Setiap benih yang ditanam adalah simbol harapan dan pembelajaran. Di KB TK Islam Al Azhar 56 Malang, anak-anak kelas toddler belajar bahwa Allah SWT menciptakan alam dengan penuh keindahan dan keteraturan. Melalui kegiatan menanam bunga matahari dan krisan, sekolah islam terbaik di malang ini menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya mengasah motorik dan kognitif, tetapi juga menanamkan nilai agama dan budi pekerti dalam suasana sekolah ramah yang menyenangkan dan bermakna.

Belajar Mengenal Ciptaan Allah SWT Sejak Dini

Pada usia toddler, anak berada pada masa emas perkembangan. Di momen inilah penting bagi anak untuk mendapatkan pengalaman belajar yang konkret dan menyentuh hati. Melalui kegiatan menanam bunga matahari dan krisan, guru mengajak anak-anak mengamati bahwa setiap biji kecil yang ditanam dapat tumbuh menjadi tanaman yang indah atas izin Allah SWT.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman atau menabur benih, lalu tanaman itu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Semangat hadits ini dihidupkan dalam kegiatan gardening kelas toddler di KB TK Islam Al Azhar 56 Malang. Anak-anak belajar bahwa menanam adalah perbuatan baik yang bernilai ibadah. Dengan menanam bunga matahari dan krisan, mereka tidak hanya belajar sains sederhana berbasis STEAM, tetapi juga menanam benih kebaikan dalam diri.

Sebelum memulai kegiatan, anak-anak diajak berdoa bersama. Guru menjelaskan bahwa tanaman adalah makhluk hidup ciptaan Allah yang harus dirawat dan disayangi. Nilai agama dan budi pekerti ditanamkan melalui kebiasaan mengucap Basmalah sebelum menanam, bersyukur atas tanah yang subur, serta tidak merusak tanaman milik teman.

Dari kegiatan sederhana ini, anak belajar tentang tanggung jawab, kesabaran menunggu tanaman tumbuh, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Inilah pembelajaran karakter yang tumbuh alami melalui pengalaman nyata.

Proses Menanam yang Seru dan Bermakna

Kegiatan dimulai dengan mengenalkan dua jenis bunga: bunga matahari yang berwarna cerah dan besar, serta bunga krisan yang cantik dengan beragam warna. Anak-anak diperlihatkan bentuk biji bunga matahari yang sedikit lebih besar dan biji krisan yang lebih kecil. Guru mengajak anak mengamati perbedaan ukuran dan teksturnya.

Setiap anak mendapatkan pot kecil berisi tanah. Dengan bimbingan guru, mereka membuat lubang kecil menggunakan jari, memasukkan biji, lalu menutupnya kembali dengan tanah. Aktivitas ini melatih motorik halus dan koordinasi tangan-mata. Saat menyiram, anak belajar menuang air secukupnya. Suasana belajar terasa sangat menyenangkan. Anak-anak antusias ketika tangan mereka terkena tanah, saling menunjukkan pot masing-masing, dan bangga ketika berhasil menanam sendiri.

Menguatkan Jati Diri dan Kemandirian

Kegiatan gardening juga menjadi sarana pembentukan jati diri. Anak-anak diberi label nama pada setiap pot. Mereka belajar bahwa tanaman tersebut adalah tanggung jawabnya. Setiap pagi, sebelum masuk kelas, anak diajak mengecek pot masing-masing dan menyiramnya bila diperlukan.

Melalui rutinitas ini, anak belajar disiplin dan konsisten. Mereka memahami bahwa pertumbuhan tanaman membutuhkan waktu dan perhatian. Pengalaman ini membantu anak mengenali dirinya sebagai individu yang mampu merawat dan menjaga amanah. Nilai jati diri sebagai pribadi muslim yang bertanggung jawab dan peduli lingkungan tumbuh sejak usia dini.

Pendekatan STEAM dalam Gardening Toddler

Pembelajaran di KB TK Islam Al Azhar 56 Malang juga mengintegrasikan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) secara sederhana dan kontekstual.

  • Science (Sains): Anak mengenal proses pertumbuhan tanaman, kebutuhan dasar seperti air, tanah, dan sinar matahari. Mereka mengamati perubahan dari hari ke hari.
  • Technology (Teknologi): Guru memperkenalkan alat sederhana seperti sekop kecil dan alat penyiram air, serta menjelaskan fungsinya.
  • Engineering (Rekayasa): Anak belajar bagaimana menempatkan tanah ke dalam pot agar tidak tumpah dan bagaimana membuat lubang tanam dengan ukuran yang sesuai.
  • Art (Seni): Anak diajak bermain peran menjadi biji bunga krisan dan matahari dimulai dengan posisi meringkuk seperti biji di dalam tanah, lalu perlahan “tumbuh” saat guru menyebutkan ada air dan sinar matahari. Anak berdiri perlahan, merentangkan tangan seperti kelopak bunga yang mekar.
  • Mathematics (Matematika): Anak menghitung jumlah biji yang ditanam dan membandingkan tinggi tanaman dari minggu ke minggu dengan bahasa sederhana seperti “lebih tinggi” atau “lebih pendek”.

Pendekatan STEAM ini dikemas secara menyenangkan dan bermakna, sesuai tahap perkembangan anak usia 2–3 tahun.

Lingkungan Belajar yang Ramah dan Mendukung

Kegiatan gardening dilaksanakan di area terbuka sekolah yang aman dan bersih. Lingkungan yang hijau memberikan pengalaman belajar langsung dengan alam. Guru memastikan setiap anak merasa nyaman, dihargai, dan didukung.

Sekolah ramah bukan hanya sekedar konsep, tetapi diwujudkan dalam interaksi hangat antara guru dan anak. Anak yang ragu atau takut memegang tanah diberikan dukungan secara perlahan melalui pendampingan ketika mereka kesulitan.

Dengan suasana belajar yang menyenangkan, anak merasa sekolah adalah tempat yang aman untuk bereksplorasi dan mencoba hal baru. Inilah yang menjadikan proses belajar benar-benar bermakna.

Komitmen Pendidikan Holistik dan PMB

Kegiatan gardening kelas toddler menjadi salah satu contoh komitmen KB TK Islam Al Azhar 56 Malang dalam menghadirkan pendidikan holistik yang mengintegrasikan nilai agama, karakter, dan pendekatan STEAM. Tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan kecintaan terhadap lingkungan.

Bagi Ayah dan Bunda yang sedang mencari sekolah Islam terbaik di Malang, program pembelajaran ini menjadi salah satu keunggulan yang patut dipertimbangkan. Melalui proses PMB yang dibuka setiap tahun, sekolah memberikan kesempatan bagi orang tua untuk bergabung dalam lingkungan pendidikan yang ramah, menyenangkan, dan bermakna.

Gardening bukan sekadar menanam bunga matahari dan krisan. Lebih dari itu, kegiatan ini menanam benih iman, tanggung jawab, rasa ingin tahu, dan cinta terhadap ciptaan Allah SWT di dalam hati anak-anak sejak usia dini.

Jangan lewatkan informasi terbaru seputar kegiatan sekolah, PMB, dan prestasi lainnya dengan mengklik berita terkait atau artikel menarik lainnya di website resmi kami : https://tkia56.al-azhar.sch.id/brosur-pmb/

Postingan Terkait